Lakukanlahwawancara kepada orang-orang di sekitar rumahmu. Kamu akan menggali informasi tentang pemanfaatan sumber energi di lingkungan rumahmu. Buatlah laporan hasil wawancara seperti tabel berikut! . Question from @heri281000 - B. Indonesia Lingkungandi sekitar rumah dapat membuat orang-orang sekitarnya merasa lebih senang atau sebaliknya, lebih kecewa. Lingkungan disekitar rumah juga sering dipakai sebagai tempat berolahraga dan dengan fasilitas yang cukup baik olahraga ini dapat dilakukan secara optimal. Merawatdan menjaga lingkungan di sekitar kita agar tetap hijau: Ayo Berlatih. Tuliskan peralatan di rumahmu yang menggunakan energi listrik dan kegunaannya. No. Nama Peralatan Kegunaan; 1. Setrika listrik: Merapikan pakaian setelah dicuci: 2. Blender: berikut ada sebuah cerita mengenai taman rumah pohon. Ayo Membaca. Taman Rumah Pohon. Ceritatentang lingkungan rumah yang bersih. Ia melihat seorang anak yang tidak dikenal. Padahal kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh dan mental. Sebuah lingkungan yang bersih adalah lingkungan yang sehat dan jauh dari sampah dan polusi. Dihalamanrumah ku yang menghadap ke arah timur terdapat pohon-pohon yang rindang, ada pohon mangga yang sedang berbuah sangat lebat, di samping kiri pohon mangga terdapat pula pohon jambu air yang belum berbuah karena belum musimnya. Di sebelah kanan rumah ada pohon rambutan yang buahnya sangat manis rasanya. CeritakanKeadaan Lingkungan Yang Ada Di Sekitar Rumahmu Ditulis oleh Unknown. Mengenal Lingkungan Sekitar 3 Masalah Lingkungan Hidup Di Indonesia Dan Dunia Saat Ini Cerita Lingkungan Bersih Asri Dan Sehat Melalui Peduli Lingkungan Belum ada Komentar untuk "Ceritakan Keadaan Lingkungan Yang Ada Di Sekitar Rumahmu" Posting Komentar Buatlahcerita tentang pencemaran yang terjadi di lingkungan sekitar! carolina31 Pada hari minggu adi membuang sampah di selokan,iya tidak takut dengan pencemaran,beberapa hari kemudian desa adi mengalami banjir karena selokan yang tersumbat JlyS. Contoh Paragraf Narasi Tentang Lingkungan Rumah, Keluarga, dan Kesehatan – Begitu banyak jenis paragraf, salah satunya adalah paragraf narasi. Dalam membuat sebuah paragraf narasi, seringkali kita memang ingin berkreasi tanpa peduli tema seperti apa yang ingin dibuat. Namun tidak ada salahnya juga, berlatih dengan tema spesifik seperti tema lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan yang akan kami berikan berikut ini. Mengenal Apa Itu Paragraf Narasi?Daftar IsiMengenal Apa Itu Paragraf Narasi?Ciri-Ciri dari Paragraf NaratifContoh Paragraf Narasi Tentang Lingkungan RumahContoh Paragraf Narasi Tentang KeluargaContoh Paragraf Narasi Tentang KesehatanPesan dari Contoh Paragraf Narasi Tentang Lingkungan Rumah, Keluarga, dan Kesehatan Daftar Isi Mengenal Apa Itu Paragraf Narasi? Ciri-Ciri dari Paragraf Naratif Contoh Paragraf Narasi Tentang Lingkungan Rumah Contoh Paragraf Narasi Tentang Keluarga Contoh Paragraf Narasi Tentang Kesehatan Pesan dari Contoh Paragraf Narasi Tentang Lingkungan Rumah, Keluarga, dan Kesehatan olly/ Sebelum langsung masuk ke dalam contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan, akan lebih baik jika kamu bisa mengetahui pengertian dari jenis teks ini. Narasi merupakan paragraf yang menampilkan peristiwa atau kronologi dengan gagasan yang jelas. Dengan alur runtut atau jelas ini, pembaca juga akan lebih mudah memahami bagaimana cerita tersebut berjalan serta alur cerita kedepannya. Tidak jarang juga narasi digunakan untuk cerita fiksi, dan menggunakan “kisah” sebagai topik utamanya. Dalam membuat sebuah paragraf naratif, kamu memang harus bisa menyampaikan sebuah cerita secara tepat, sehingga penulis juga harus memahami bagaimana membawa alur cerita dengan baik. Maka dari itu kami akan membagikan contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan, di mana kamu bisa mengenal bagaimana sebuah cerita dapat berjalan sesuai dengan tema yang dipilih. Kami juga akan membahas bagaimana sebuah teks narasi dengan berbagai tema, mampu menampilkan kisah fiksi dan sifatnya imajinatif. Biasanya jenis teks tersebut banyak disukai oleh anak-anak, serta mampu menarik perhatian mereka untuk membaca. Baik sebagai penulis maupun pembaca, kita akan lebih menikmati dalam membaca dan membuat sebuah teks dengan alur cerita memang disukai. Maka dari itu pemilihan tema akan sangat menentukan, di mana kreativitas penulis akan terlatih untuk menghasilkan teks dengan baik. Ciri-Ciri dari Paragraf Naratif Sebelum kamu mengetahui contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan, kami akan menjelaskan apa saja ciri-ciri dimiliki oleh jenis paragraf ini. Inilah yang akan menjadi pembeda, antara paragraf naratif dengan jenis paragraf lainnya. 1. Terjadi Sebuah Peristiwa Salah satu ciri-ciri dari sebuah paragraf narasi ialah terjadi sebuah peristiwa, di mana dalam cerita tersebut kamu bebas menceritakan kejadian apapun dianggap menarik dan memiliki kesan tersendiri Dengan adanya peristiwa atau kejadian, inilah yang akan membuat alur cerita menjadi lebih seru serta pastinya kronologis yang diceritakan bisa berjalan secara terstruktur. 2. Terdapat Pelaku Jika sudah melihat contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan, nantinya penulis akan menyadari bahwa akan ada pelaku atau tokoh pada setiap teks. Pelaku ini yang akan membawa jalan cerita, bisa lebih dari 1 orang tergantung keinginan penulis. 3. Terdapat Waktu dan Latar Kejadian Selain itu penulis perlu menyampaikan latar waktu dan kejadian, kapan peristiwa ini terjadi juga menggambarkan suasana yang dirasakan oleh pelaku. Lalu penulis juga bisa menambahkan waktu serta tempat secara berurut pada teks, agar setiap peristiwa bisa saling berkaitan. Pastikan bahwa penulis menceritakan unsur rangkaian waktu secara informatif, agar pembaca bisa lebih mudah dalam memahami alur atau plot yang disajikan. 4. Memiliki Konflik Melalui contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan, penulis juga perlu mengangkat konflik dalam cerita. Tujuannya supaya terdapat orientasi, klimaks serta penyelesaian masalah, yang dilakukan oleh pelaku atau tokoh sehingga pembaca mengetahui pesan moralnya. 5. Memiliki Alur yang Urut atau Jelas Ciri-ciri lainnya adalah sebuah naratif text juga perlu memiliki alur urut, agar narasi diceritakan bisa terbayang oleh pembaca dan lebih mudah untuk mengetahui alur cerita. Contoh Paragraf Narasi Tentang Lingkungan Rumah Lingkungan rumah mungkin bisa menjadi salah satu tema dapat kamu angkat, saat bingung untuk membuat cerita seperti apa yang terdengar menarik. Dengan memperhatikan lingkungan rumahmu, maka kamu bisa menceritakannya dengan seksama bagaimana lingkungan rumahmu. Berikut salah satu contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan, di sini kami akan mengangkat tema mengenai lingkungan rumah. Paragraf Narasi Tentang Lingkungan Rumah Kerusakan di sekitar lingkungan rumah kami semenjak angin puting beliung menerjang, membuat lingkungan rumah menjadi berantakan serta terdapat beberapa bagian rumah yang rusak seperti pada atap, sehingga harus diperbaiki segera. Ayahku sudah mencari pekerja yang akan memperbaiki rumah kami, mulai besok pagi, mereka bisa langsung bekerja agar kondisi lingkungan rumah bisa segera diperbaiki. Keesokan paginya para pekerja sudah tiba di rumah, mereka langsung memperbaiki atap dan genting. Perbaikan tersebut memang paling penting, karena khawatir apabila hujan tiba, maka air akan masuk ke dalam ruang tamu. Perbaikan ini ternyata memakan waktu lama, selain itu bahan material yang dibutuhkan ternyata habis, serta toko material terdekat sudah tutup. Ternyata perbaikan pada atap belum kunjung selesai hingga sore hari, sehingga akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Di pagi hari para pekerja sudah tiba dan langsung mengerjakan kerusakan atap, sebagian pekerja juga membeli bahan material telah habis dan tidak sempat dibeli. Perbaikan atap berlangsung kembali dan pada jam 12 siang tepat sudah selesai, kemudian para pekerja lanjut memperbaiki halaman rumah. Banyak kerusakan yang terjadi terutama tanaman yang rusak terkena hujan angin, hingga sore hari semua kerusakan sudah selesai dikerjakan. Melalui contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan diatas, kita bisa melihat konflik sudah mulai terjadi, serta di akhir akan disampaikan penyelesaian masalah. Contoh Paragraf Narasi Tentang Keluarga Mengangkat tema keluarga pada teks narasi merupakan pilihan tema yang menarik, di sini kamu bisa membuat cerita diangkat dari kejadian nyata. Pasti banyak sekali bukan, peristiwa yang pernah kamu alami, serta terdengar menarik untuk menjadikannya sebagai paragraf naratif. Berikut salah satu contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan mengenai keluarga dengan latar waktu saat liburan tiba. Paragraf Narasi Tentang Keluarga Setelah menjalani ujian akhir semester selama kurang lebih seminggu, Dina merasa lega dan tidak sabar menunggu esok hari saat waktu liburan tiba. Dina dan keluarga berencana mengunjungi rumah nenek yang berada di daerah Bogor, serta mereka akan berangkat esok pagi. Akhirnya hari-hari yang ditunggu tiba, di mana Dina dan keluarga sudah siap berangkat pada pukul 8 pagi. Sebelumnya Ibu Dina sudah menyiapkan sarapan, Ayah Dina beserta adik dan kakaknya berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Selesai sarapan, mereka langsung berangkat menggunakan mobil untuk menuju ke kota Bogor. Saat di perjalanan semuanya bersenang-senang sambil mengobrol, dan tidak sabar bertemu dengan keluarga yang akan berkumpul di rumah nenek Dina. Saat perjalanan yang ditempuh masih cukup jauh, tiba-tiba mobil yang berjalan mogok dan tidak bisa dinyalakan kembali. Saat itu Dina dan keluarga cukup panik, karena kendaraan tiba-tiba berhenti serta kondisinya berada di tengah jalan tol. Sambil memeriksa mesin kendaraan, Ayah Dina memperhatikan sekeliling jalan untuk mencari apakah ada mobil derek yang bisa digunakan untuk membawa mobilnya ke bengkel. Untungnya Ayah Dina ingat, bahwa ia menyimpan nomor handphone mobil derek yang bisa dihubungi. Alhasil tidak lama menunggu, mobil derek tersebut datang dan langsung menarik kendaraan dan membawanya ke bengkel. Meskipun waktu di perjalanan menjadi lebih lama, setidaknya Dina dan keluarga merasa lega, karena masalah bisa segera ditangani serta liburan tetap bisa berjalan. Pada contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan di atas, pada bagian awal belum terlihat konflik yang muncul. Lalu di bagian akhir contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan terdapat bagaimana penyelesaian masalah bisa diceritakan pada paragraf. Contoh Paragraf Narasi Tentang Kesehatan Baik kesehatan diri sendiri maupun orang di sekitarmu, mungkin terdapat peristiwa dengan alur menarik untuk dibahas. Kamu bisa menunjukkan bagaimana tokoh yang terdapat pada cerita ini, mampu menangani gangguan kesehatan yang dialaminya. Berikut adalah contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan. Tetapi tema akan kami angkat mengenai kesehatan bisa menjadi pembelajaran menarik. Paragraf Narasi Tentang Kesehatan Saat bangun di pagi hari, Rina merasa tidak enak badan dan seluruh badannya sakit sehingga ia langsung keluar kamar lalu langsung mengutarakan kondisinya ke ibunya. Kemudian Ibu Rina langsung mengecek suhu tubuh Rina dengan thermometer, dan ternyata suhu mencapai 39 °CC. Alhasil ibunya langsung mengompres dahi Rina dengan air hangat, untuk mendinginkan suhu tubuh dan tidak lupa meminta izin kepada ibu guru, karena Rina tidak dapat menghadiri kelas pada hari ini dikarenakan sakit demam. Pada siang hari, ibunya mengantarkan makan siang untuk Dina dan menyuapinya karena tubuh Dina ternyata lemas. Setelah diingat-ingat kembali, ternyata kemarin Dina kehujanan setelah pulang sekolah dan lupa untuk menghangatkan tubuhnya. Maka dari itu ibu Dina langsung memberinya obat pereda panas, agar suhu tubuhnya menurun. Akhirnya suhu tubuhnya menurun di sore hari, dan Dina sudah merasa lebih baik dari sebelumnya serta merasa lebih kuat untuk berangkat sekolah esok hari. Terlihat pada contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan di atas kita bisa mengetahui, bahwa konflik sudah mulai terjadi pada awal cerita. Pesan dari Contoh Paragraf Narasi Tentang Lingkungan Rumah, Keluarga, dan Kesehatan Dalam sebuah teks pasti akan ada saja pesan moral ingin disampaikan oleh penulis, baik secara tersirat maupun tersurat. Keduanya sama-sama perlu diketahui oleh pembaca. Inilah yang akan menjadi inti dari sebuah cerita, di mana pesan tersebut diterima dengan baik oleh pembaca. Melalui contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan yang telah kami berikan, kita bisa mengetahui pesan ingin disampaikan oleh penulis. Pesan tersebut bisa menjadi pembelajaran juga bagi penulis. Bagaimana tindakan yang perlu dilakukan atau tidak dilakukan, dengan kondisi kejadian yang mungkin akan kamu alami di masa depan. Tokoh atau pelaku yang diceritakan, juga memiliki perannya masing-masing dengan alur waktu yang tersusun secara terstruktur. Membuat paragraf memang menyenangkan, karena kamu bisa membuat cerita dengan berbagai tema. Contoh paragraf narasi tentang lingkungan rumah, keluarga, dan kesehatan, kamu bisa melatih penggunaan bahasa serta letak kata yang tepat. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta lingkungan rumahku memang bisa dibilang masih asri, tidak seperti di perkotaan yang sudah jarang sekali terdapat pohon pohon dan juga sawah, rumahku berada di dekat sawah, tidak hanya sawah rumahkupun dekat kolam ikan yang memiliki pancuran air yang ketika dilihat akan membuat mata segar, didepan rumahku awalnya ada pohon mangga 2 dan rambutan 1, tetapi sekarang hanya tersisa satu pohon mangga. Seringkali aku berfikir ingin menumbuhkan pohon yang sudah ditebang tersebut, tetapi mau bagaimana lagi aku hanyalah seorang anak yang mungkin hanya akan mengikuti perintah orang tuanya saja. Didekat rumah ku juga masih ada kebun yang berisi berbagai pohon dan tanaman tanaman, aju pun terkadang ingin sekali kembali bermain disana tetapi sekarang aku sudah sangat sibuk dengan urusanku, aku hanya bisa mengamati satu demi satu pohon mulai menghilang dari lingkungan sekitar rumahku. Jaman sekarang, banyak sekali anak-anak usia muda yang melakukan hal-hal luar biasa untuk mengubah dunia menjadi lebih baik, mendidik anak memang suatu hal yang tidak mudah, dan pasti setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. Nah, disinilah pentingnya dukungan keluarga dimana anak dapat belajar memahami persoalan dan mencari solusinya. Contohnya adalah persoalan tentang lingkungan, setiap hari anak-anak dihadapkan dengan masalah lingkungan, seperti polusi udara, laut yang kotor, sampah dan masih banyak lagi. Maka dari itu, sejak kecil anak-anak harus didekatkan dengan sikap cinta lingkungan, agar ketika tumbuh dewasa, mereka akan menjadi seseorang bergerak aktif ikut serta dalam menjaga bumi. Berikut adalah kisah anak-anak inspiratif yang telah berkontribusi untuk mengubah dunia menjadi lebih baik! 1. Melati & Isabel Wijsen, Pendiri Gerakan Bye Bye Plastic Bags Bali Melati Wijsen kiri dan Isabel – kanan Co Founder Bye Bye Plastic Bags dan One Island One Voice berpose untuk potret di Pantai Kuta, Badung, Bali Indonesia. Kita tahu kalau masalah sampah plastik di dunia sudah semakin parah, apalagi di Indonesia. Kurang dari 5% kantong plastik didaur ulang dan hal ini menyebabkan semakin banyaknya sampah plastik yang menumpuk selama bertahun-tahun. Setiap tahunnya, ratusan ton sampah plastik terdampar di pesisir pantai dan banyak dari sampah tersebut berakhir tergenang di lautan. Bali membutuhkan pertolongan, regulasi baru dari pemerintah untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai, dan disinilah awal cerita dari gerakan Bye Bye Plastic Bags Bali. Ini merupakan gerakan menolak penggunaan plastik sekali pakai yang dibentuk oleh kakak beradik dari Bali, Melati dan Isabel Wijsen saat mereka berumur 12 dan 10 tahun. Dua gadis dari Green School Bali ini terinspirasi dari pelajaran di sekolah mereka tentang pemimpin dunia yang memberikan perubahan positif terhadap dunia, seperti Nelson Mandela, Lady Diana dan Mahatma Gandhi. Mereka terinspirasi untuk menjadi pemimpin dunia juga, tapi mereka berfikir kenapa harus menunggu sampai tua dulu untuk menjadi pemimpin? Mereka percaya bahwa anak-anak juga punya peran penting untuk membuat dunia lebih baik lagi. “Waktu kami belajar tentang hal itu, lalu kami berpikir apa yang bisa kami lakukan sebagai anak-anak. Kami tidak mau menunggu kami sudah selesai sekolah atau dewasa. Kami ingin mulai sekarang.” [1] Ungkap gadis keturunan belanda itu kepada Akhirnya mereka bertukar pikiran tentang masalah apa saja yang sedang terjadi di Bali, dan akhirnya masalah tentang sampah plastik lah yang dipilih. Mereka tahu bahwa sampah plastik merupakan masalah besar, karena itu mereka mulai membuat target yang memungkinkan untuk mereka capai. Akhirnya, terbentuklah misi mereka untuk membuat Bali menjadi pulau bebas plastik. Setelah usaha enam tahun berkampanye dan memperjuangkan misi mereka, akhirnya pada tahun 2019, Gubernur Bali menyatakan bahwa Bali telah menjadi pulau yang melarang pemakaian plastik sekali pakai. Sungguh inspiratif bukan? Kenalan lebih jauh sama mereka di sini. Jafar si Pengumpul Sampah Elektronik Rafa Jafar RJ saat melakukan kegiatan sosialisasi E-Waste bersama Greenpeace di Gudang Sarinah Siapa disini yang masih asing dengan sampah elektronik atau biasa disebut e-waste? Ada yang penasaran sampah-sampah elektronik seperti bekas telepon genggam, kulkas dan komputer itu dibuang kemana? Nah, Rafa Jafar yang akrab dipanggil RJ adalah bocah yang memiliki hobi mempelajari dan mengedukasi anak-anak tentang bahayanya sampah elektronik. Bocah dari SMP Labschool ini juga senang sekali mengumpulkan sampah-sampah elektronik, bahkan sampai menerbitkan bukunya dengan judul E-Waste Sampah Elektronik ketika masih berumur 12 tahun! Tidak hanya buku yang ia buat, dia juga membangun gerakan tempat sampah khusus sampah elektronik yang ia namakan Dropbox E-Waste, dengan tujuan agar sampah-sampah tersebut memiliki tempat sampah khusus sehingga bisa didaur ulang, dan tidak mencemari lingkungan kita dari racun yang berbahaya. Ia menempatkan Dropbox ini di lingkungan sekolahnya, dan bagi yang penasaran, sekarang Dropbox ini sudah tersedia di SD Cikal, SMP Labschool, Sekolah Tunas Muda, dan yang bisa dipindah-pindah ketika RJ melakukan pameran atau kunjungan ke sekolah-sekolah lain. Menurut RJ, langkah untuk mengurangi limbah elektronik mudah saja, “Pilih gawai yang tahan lama bisa dipakai dua hingga tiga tahun,” [2] ungkap RJ. Jadi, semakin sedikit pembuangan sampah elektronik maka bahaya pun akan berkurang. Gerakan ini memang belum masuk dalam skala nasional, tapi keberhasilannya mengangkat isu sampah elektronik ini membuat dirinya ditunjuk sebagai duta cilik dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Maroko pada November 2016! Keren banget ya? Ikuti akunnya di sini. Thunberg, Gadis Aktivis Iklim asal Swedia Potret aktivis iklim Greta Thunberg yang telah memimpin pelajar melakukan pemogokan di seluruh Eropa, untuk menyerukan kepada pemerintah meningkatkan keprihatinan mereka tentang perubahan iklim dan menjadi lebih proaktif. Greta Thunberg adalah seorang remaja aktivis iklim berumur 16 tahun asal Swedia yang didiagnosa mengalami sindrom Asperger, yaitu gangguan neurologis dan tergolong dalam spektrum autisme. Karena cintanya terhadap bumi dan lingkungan, ia sudah melakukan gerakan mogok sekolah untuk melakukan aksi unjuk rasa yang besar soal perubahan iklim pada Agustus tahun lalu, di depan parlemen Swedia. Sejak itu, hampir setiap hari Jumat, dia mogok sekolah hanya untuk memimpin gerakan tersebut. Semenjak itu, lebih dari satu juta siswa bergabung ke gerakan ini dengan cara meninggalkan sekolah demi melakukan aksi unjuk rasa untuk meminta pihak-pihak berwenang untuk mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah-masalah yang sudah terjadi karena perubahan iklim. Keberanian dan dedikasi Greta telah menginspirasi banyak murid di seluruh dunia, “Orang dewasa selalu bilang, mereka berhutang kepada generasi muda untuk memberi kami harapan tetapi saya tidak ingin harapan palsu. Saya mau anda panik, saya inginkan aksi nyata anda.” [3]Ungkap Greta. Banyak sekali yang mendukung aksi Greta, salah satunya adalah anggota parlemen Sosialis Norwegia, Freddy Andre Ovstegard. Menurut Freddy, Greta telah membentuk gerakan yang sangat masif, yang artinya ia telah berkontribusi besar terhadap perdamaian dunia. Maka dari itu, tidak heran kalau dia telah menjadi aktivis yang dinominasikan untuk meraih Nobel Perdamaian tahun ini. Jika ia memenangkan penghargaan tersebut, ia akan menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda dan mengalahkan Malala Yousafzai, seorang wanita inspiratif dari Pakistan yang telah menerima penghargaan tersebut ketika ia berumur 17 tahun. Hebat sekali Greta!! Kenali Greta lebih lanjut di sini. Kamu punya rekomendasi anak-anak inspiratif lainnya? silakan tuliskan di kolom komentar. Nabila Shahna Dannika adalah Mahasiswi Universitas Brawijaya yang sedang melakukan magang di Greenpeace Indonesia Catatan kaki [1] [2] [3] Video BBC Indonesia - SENANG rasa hati Sidik 6 seusai menerima sebuah biskuit cokelat. Senyumnya mengembang. Ia tidak segera membuka bungkusnya meskipun ingin. Siswa Raudhatul Athfal Al Irfan, Kelurahan Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, itu, mau menikmatinya di rumah.”Bungkusnya harus dibuang di tempat sampah,” kata Sidik sambil beringsut masih menyimpan binar riang. Sore itu, bersama teman-temannya, Sidik baru saja mendengar kisah tentang Si Momot dan Si Kentus, tokoh anak rekaan Kak Dwi dari Gerakan Para Pendongeng Untuk Kemanusiaan Geppuk. Kedua anak kakak-beradik itu awalnya dikisahkan saling bermusuhan, tetapi kemudian rukun dan dan suara Dwi yang berubah-ubah membuat sekitar 45 anak yang memadati sebuah ruang kelas itu tertawa. Tawa kembali meledak ketika Awal 10 dan adiknya, Amat 9, maju ke depan. Menurut teman-temannya, kisah kakak-beradik itu mirip cerita Momot dan Kentus. Kisah itu membuka pertemuan antara Dwi, Resha rekannya dari Geppuk, serta Oppie Andaresta yang kebetulan adalah duta dari Kementerian Lingkungan Hidup dengan anak-anak inisiatif sendiri selama hampir dua jam, mereka bertiga mendongeng dan mendendangkan beberapa lagu tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Menurut Resha, ia dan Dwi telah mendatangi 13 pengungsian. Hari itu, Oppie ikut untuk pertama kali. Awalnya, Oppie ingin menempatkan kegiatan itu sebagai bagian dari rehabilitasi pascabanjir, tetapi ia melihat kesempatan itu sebagai ruang potensial untuk membangun habitus baru yang lebih ramah dongeng, mereka membagi pengetahuan tentang pentingnya menanam pohon, menjaga lingkungan, hingga penghematan energi. Kisah yang ringan membuat anak-anak cepat paham dan sigap menyebutkan kebiasaan hidup yang ramah lingkungan, seperti menghemat air dan listrik serta tidak membuang sampah 12 mengaku terhibur dengan acara mendongeng ini. Meski tidak libur, siswa kelas VI SD itu sudah seminggu tak masuk sekolah. Banjir membuatnya harus bertahan di pengungsian. ”Biasanya hanya duduk dan ngobrol, bosan,” jendela kaca kelas itu, orangtua mereka melihat dengan suka. Lebih dari seminggu ini, mereka harus berkutat dengan banjir yang menggenangi rumah mereka dan membekukan tawa anak-anak kelas yang digunakan sore itu pun baru dua hari terakhir bebas dari genangan banjir, lumpur, dan sampah yang turut hanyut di Sungai Ciliwung yang mengalir tepat di samping sekolah. Petang itu, anak-anak pulang dengan senyum mengembang dan bekal baru tentang bagaimana hidup berdampingan dengan kecil Sidik sore itu bak kritik pedas atas buruknya kebiasaan warga Ibu Kota yang abai terhadap kelestarian dan kesehatan lingkungan. Celoteh itu juga menjadi kritik kepada pemerintah yang tidak optimal menjaga bantaran dan hulu sungai. Seusai dongeng petang itu, Sidik dan rekan-rekannya pulang dengan senyum dan harapan. JOS/A12 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Karangan adalah sebuah karya tulis yang mengungkapkan fikiran atau gagasan pengarang salam satu kesatuan yang utuh. Langkah-langkah membuat karangan Menentukan tema. Mengumpulkan bahan karangan. Membuat kerangka karangan. Mengembangkan kerangka karangan. Menentukan judul. Dengan demikian, setelah memahami langkah-langkah membuat karangan di atas, kamu dapat menulis karangan dengan kerangka sebagai berikut Tema Lingkungan rumah yang bersih dan sehat Judul Rumahku bersih dan sehat Isi karangan Tuliskan karangan tentang keadaan rumahmu, mulai dari halaman yang selalu bersih dan memiliki banyak tanaman, tidak ada sampah berserakan. Keadaan di dalam rumah juga dapat digambarkan, rumahmu selalu dibersihkan setiap hari sehingga terasa nyaman.

buatlah sebuah cerita tentang keadaan lingkungan di sekitar rumahmu